Isi Kunci

Asal, sifat dan patologi singkat dari :
Essense (sari)
Qi
Darah
Cairan tubuh
Jiwa (Shen)

Pengobatan Tiongkok melihat cara kerja tubuh dan pikiran adalah sebagai hasil dari interaksi dari beberapa substansi vital. Substansi ini tampak pada berbagai derajat dari “Kekukuhan”, sehingga banyak dari mereka sangat tipis dan beberapa seluruhnya adalah non materi. Semua Bersama sama, mereka menyusun pandangan Tiongkok kuno tentang pikiran – tubuh.

Dalam filosofi dan pengobatan Tiongkok, tubuh dan jiwa tidak terlihat sebagai sebuah mekanisme (bagaimanapun kompleksnya) tetapi sebagai sebuah vortex Qi pada berbagai manifestasinya yang berinteraksi satu sama lain untuk membentuk sebuah organisme. Tubuh dan jiwa adalah tiada lain dari bentuk QI. Pada dasar dari semuanya adalah Qi: semua manifestasi substansi vital lainnya adalah hanya manifestasi dari QI dalam berbagai derajat materialitas, mulai dari material yang utuh, seperti cairan tubuh, sampai kepada yang benar benar tidak berwujud materi, seperti jiwa (Shen).

Substansi Vital adalah

  • QI
  • Darah
  • Essence (Sari hara) (Jing) 
  • Cairan Tubuh
  • Jiwa (Shen)


Diskusi ini akan diatur menjadi beberapa topik:

Konsep Qi pada filosofi Tiongkok
Konsep Qi dalam pengobatan Tiongkok
Essence (sari hara)

o Essense (sari hara) sebelum langit (Jing bawaan/ prenatal)
o Essence (sari hara) sesudah langit (Jing yang didapat/ postnatal)
o Essence (sari hara) ginjal 

Qi

o Qi sumber(Yuan Qi)
o Qi makanan (Gu Qi)
o Qi yang didapat/ Qi perolehan (Gu Qi)
o Qi sejati (Zhen Qi)
o (Zhong Qi)
o Zheng Qi
o Fungsi Qi
o Arah pergerakan Qi
o Patologi Qi

Darah

o Sumber darah
o Fungsi darah
o Hubungan darah dengan organ dalam
o Hubungan darah dengan Qi
o Hubungan darah dengan essence (sari)
o Patologi darah

Cairan tubuh

o Sumber
o Hubungan dengan organ internal
o Tipe dari cairan darah
o Hubungan antara Qi dan cairan tubuh
o Patologi cari cairan tubuh

Jiwa (shen)



Konsep Qi dalam filosofi Tiongkok

Konsep QI telah mengisi filosofi Tiongkok dalam berbagai sejarah, mulai dari awal peradaban Tiongkok sampai dengan masa modern ini. Karakter dari Qi menunjukkan dimana, pada waktu yang sama, adalah material dan immaterial.








Berarti ‘uap air’, ‘uap‘, ‘gas’



Berarti ‘beras’




Ini jelas menunjukkan bahwa Qi dapat tipis dan tidak berbentuk materi seperti uap air , dan padat serta berbentuk materi seperti beras. Ini juga menunjukkan   bahwa Qi adalah sebuah substansi yang halus (uap air, uap) berasal dari yang kasar (beras) seperti uap didapat dari memasak beras.

Sangatlah sukar menerjemahkan kata ‘Qi’ dan banyak terjemahan berbeda telah diusulkan, tidak ada yang mendekati intisari dari Qi dengan tepat. Dia telah diterjemahkan bermacam sebagai ‘energi’, ‘kekuatan materi’, ‘bahan’,’eter’,’zat energi’, ‘energi vital’,’energi kehidupan’,’daya gerak’. Alasan mengapa dia sangat sulit menerjemahkan kata ‘Qi’  dengan tepat terletak pada sifat aneka gunanya dimana Qi dapat diasumsikan dengan berbagai manifestasi yang berbeda dan menjadi hal yang berbeda pada situasi yang berbeda.

Cara Qi diterjemahkan adalah berdasar pada sudut pandang tertentu. Banyak fisikawan sekarang ini akan mungkin setuju bahwa ‘Qi’ dapat di sebut ‘energi’, karena Qi mengekspresikan keterusmenerusan antara zat dan energi seperti yang sekarang dipahami oleh fisika unsur modern. Kedekatan konsep Qi dan energi disoroti oleh artikel pada sifat dari Qi yang ditulis oleh professor dari Institut Fisika Energi Tinggi TIongkok. Menurut Needham, ‘Qi’ juga menyampaikan ide ilmiah modern dari ‘gelombang aethereal’ atau ‘emanasi radioaktif’

Kebanyakan ahli kebudayaan Tiongkok secara umum setuju bahwa QI berhubungan dengan ‘zat’, walaupun bukan zat dalam Batasan rasa materi, seperti Qi dapat diasumsikan sangat tipis, terdispersi, bukan bentuk material;. Di dalam filosofi Tiongkok, terdapat istilah lain untuk menunjukkan bahwa zat adalah dalam keadaan solid, keras dan tak tergantikan, dan itu adalah Ji. Ji adalah bentuk material dari Qi, tetapi Qi tidak selalu adalah Qi, karena dia dapat ada dalam bentuk halus dan tak tampak. Karena kesulitan dalam menemukan terjemahan yang tepat untuk Qi, saya memilih untuk membiarkan itu tak terjemahkan, seperti yang saya lakukan untuk ‘Yin’ dan ‘Yang’.